Pekalongan, 29 Agustus 2026 – Universitas Pekalongan (UNIKAL) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam bidang kerja sama internasional. Melalui Green Batik Pekalongan Project, UNIKAL berhasil melaju ke tahap seleksi wawancara Anugerah Kerja Sama Diktisaintek (AKD) Tahun 2026 dan menjadi salah satu perguruan tinggi yang mewakili LLDIKTI Wilayah VI pada kategori kerja sama internasional.
Keikutsertaan UNIKAL dalam tahap wawancara AKD 2026 menjadi momentum penting karena Green Batik Pekalongan Project sebelumnya berhasil masuk tiga besar kerja sama internasional paling berdampak di lingkungan LLDIKTI Wilayah VI. Dari proses tersebut, Green Batik Pekalongan Project kemudian terpilih untuk melanjutkan perjuangan pada tingkat nasional sebagai satu-satunya perwakilan dari LLDIKTI Wilayah VI pada kategori Internasional.
Tahap seleksi wawancara AKD 2026 dilaksanakan secara daring pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Pekalongan, Dr. Andi Kushermanto, S.E., M.M., mewakili UNIKAL untuk mengikuti sesi wawancara bersama tim juri AKD 2026. Seleksi tahap kedua ini merupakan bagian dari rangkaian Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2026 yang diselenggarakan untuk mendorong perguruan tinggi mengimplementasikan semangat Kampus Berdampak sekaligus menjadi ruang berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan kerja sama perguruan tinggi.
Green Batik, Kolaborasi Internasional yang Menghasilkan Dampak Nyata
Green Batik Pekalongan Project merupakan kerja sama internasional yang melibatkan Universitas Pekalongan bersama The Water Agency, Saxion University of Applied Sciences, Rietland B.V., dan Resilience B.V., dengan dukungan Netherlands Enterprise Agency (RVO). Melalui kerja sama tersebut, UNIKAL mengelola pendanaan sebesar EUR 68.997 untuk mengembangkan teknologi, memperkuat kapasitas industri, melakukan riset terapan, memperluas pembelajaran internasional, serta memberdayakan masyarakat dalam menjawab persoalan penggunaan air tanah, limbah cair, dan penerapan Industri Hijau pada industri batik Pekalongan.
Program ini dikembangkan dengan pendekatan international co-creation dan living laboratory, yang mempertemukan kepakaran internasional dengan pengetahuan serta kebutuhan lokal. Kolaborasi tidak hanya melibatkan perguruan tinggi dan mitra internasional, tetapi juga pemerintah daerah, pelaku UMKM, industri batik, dan masyarakat.
Salah satu fokus utama Green Batik Pekalongan Project adalah penerapan Integrated Water Management melalui tiga pendekatan, yaitu Sustainable Sourcing of Water, Sustainable Use of Water, dan Sustainable Discharge of Water. Implementasinya mencakup pembangunan 10 IPAL mandiri, pendampingan terhadap 10 Green Batik Champions, serta penerapan Green Batik Standard sebagai bagian dari transformasi industri batik menuju Industri Hijau.
Dampak Lingkungan, Ekonomi, Sosial, dan Akademik
Green Batik Pekalongan Project menunjukkan bahwa kerja sama internasional dapat diterjemahkan menjadi solusi konkret bagi persoalan lokal. penerapan teknologi pengolahan limbah menghasilkan penurunan pencemar. Sistem yang dikembangkan juga memiliki kapasitas sekitar 2.000–4.000 liter limbah per hari.
Dari sisi ekonomi, program turut mendorong peningkatan efisiensi pengolahan limbah. Biaya operasional sistem tercatat sekitar Rp5.867 per meter kubik, atau sekitar 80 persen lebih efisien, sementara biaya pengolahan COD turun dari sekitar Rp32 menjadi Rp7 per gram COD. Hingga Juli 2026, sebanyak empat Green Batik Champions telah memperoleh Sertifikat Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian RI, sementara enam industri lainnya masih dalam proses pendampingan.
Dampak sosial juga terlihat melalui jangkauan program yang telah menyentuh sekitar 40 workshop batik, pengembangan 13 Green Batik Coaches, serta kegiatan edukasi lingkungan. Pada bidang akademik, proyek ini memperkuat Internationalization at Home, riset kolaboratif, student project, lokakarya internasional, serta pemanfaatan industri batik sebagai living laboratory.
Tidak Berhenti pada Proyek, tetapi Membangun Keberlanjutan
Keunggulan Green Batik Pekalongan Project juga terletak pada keberlanjutan kerja sama setelah program berjalan. UNIKAL mengembangkan Green Batik Center sebagai pusat inovasi, riset terapan, teknologi, edukasi, dan pendampingan industri. Pusat ini diarahkan agar hasil dan pengetahuan yang telah dibangun melalui proyek dapat terus dimanfaatkan dan direplikasi setelah periode pendanaan berakhir.
Keberhasilan proyek juga telah memperkuat jejaring internasional UNIKAL dan membuka peluang kerja sama lanjutan dengan Blue Deal dalam pengembangan sistem pengolahan limbah berbasis komunitas di Kabupaten Pekalongan. Hal tersebut menunjukkan bahwa kerja sama internasional yang dibangun UNIKAL tidak berhenti pada penyelesaian satu proyek, tetapi berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang menghasilkan inovasi dan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Melalui tata kelola yang terstruktur, UNIKAL juga memastikan setiap kerja sama internasional memiliki proses identifikasi, legalisasi, implementasi, monitoring, evaluasi, hingga pengembangan kemitraan lanjutan. Sistem tersebut diperkuat melalui SICANTIK sebagai sistem informasi kerja sama yang digunakan untuk dokumentasi, pelaporan, monitoring, dan evaluasi kinerja kerja sama.
Keberhasilan Green Batik Pekalongan Project hingga mencapai tahap nasional dalam AKD 2026 menjadi bukti bahwa Universitas Pekalongan terus memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi yang mampu mengubah kemitraan global menjadi solusi lokal yang terukur dan berdampak. Kini, UNIKAL menantikan hasil penilaian tahap wawancara dan berharap Green Batik Pekalongan Project dapat kembali mengharumkan nama Universitas Pekalongan dan LLDIKTI Wilayah VI di tingkat nasional.
