Universitas Pekalongan (Unikal) terus memperkuat komitmennya dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Pengembangan Konten Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi Dosen Universitas Pekalongan yang diselenggarakan selama dua hari, tanggal 27- 28 Agustus 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen di lingkungan Universitas Pekalongan dan menghadirkan tim dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Workshop tersebut menjadi ruang bagi para dosen untuk meningkatkan kemampuan dalam merancang, mengembangkan, mengelola, hingga mengevaluasi konten pembelajaran digital yang efektif, kreatif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan.
Rektor Universitas Pekalongan, Dr. Andi Kushermanto, S.E., M.M. Dalam sambutannya, menekankan pentingnya kesiapan perguruan tinggi dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan pola pembelajaran. Menurutnya, perkembangan pembelajaran digital harus menjadi bagian dari upaya memastikan proses pendidikan tetap berjalan secara fleksibel dan berkelanjutan.
Rektor menggambarkan bahwa meskipun ke depan aktivitas pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam gedung atau ruang kelas secara fisik, proses pembelajaran tetap harus berjalan. Perkembangan teknologi justru menjadi peluang bagi perguruan tinggi untuk memperluas ruang belajar dan memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih fleksibel bagi mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan literasi digital para dosen Universitas Pekalongan. Kemampuan dosen dalam memanfaatkan media dan teknologi digital dinilai telah berkembang dengan sangat baik. Adaptasi terhadap pembelajaran digital juga semakin lancar sehingga teknologi tidak lagi menjadi kendala berarti dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Hal tersebut menjadi modal penting bagi Universitas Pekalongan untuk terus mengembangkan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan sesuai dengan tuntutan pendidikan di era digital.
Hadirkan Tim Kemdiktisaintek
Workshop menghadirkan sejumlah narasumber dari tim Kemdiktisaintek yang memberikan materi sekaligus pendampingan kepada para dosen.
Narasumber pertama adalah Dewi Wulandari, S.Si., selaku Analis Kebijakan Ahli Madya sekaligus Ketua Tim. Dewi Wulandari turut memberikan sambutan dan penguatan mengenai arah pengembangan pembelajaran digital serta pentingnya kesiapan perguruan tinggi dalam menghadapi perubahan ekosistem pendidikan.
Selanjutnya, materi disampaikan oleh Aggoro Suryo P., M.Kom., dari Tim SPADA sekaligus Dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Materi yang diberikan berfokus pada pengembangan pembelajaran digital serta pemanfaatan SPADA Indonesia dalam mendukung proses pembelajaran.
Workshop juga menghadirkan Asep Herawan, M.Pd., selaku Penelaah Teknis Kebijakan, serta Agus Sumantri, M.Pd., selaku Penata Layanan Operasional. Kehadiran para narasumber memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada peserta, baik dari aspek kebijakan maupun teknis pengembangan pembelajaran digital.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi Mengenal SPADA Indonesia, kemudian dilanjutkan dengan materi Merancang Pembelajaran Digital: Strategi dan Desain Pembelajaran yang Efektif.
Para dosen tidak hanya mendapatkan pemaparan materi secara teoritis, tetapi juga diajak memahami bagaimana merancang pembelajaran digital yang terstruktur, menarik, interaktif, dan tetap berorientasi pada capaian pembelajaran mahasiswa.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi Membangun Kelas Digital: Penyusunan Konten Pembelajaran Digital. Pada sesi ini, peserta mulai menyusun dan mengembangkan konten pembelajaran yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan perkuliahan.
Melalui sesi praktik, para dosen mendapatkan kesempatan untuk secara langsung menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh. Proses pengembangan konten berlangsung secara intensif hingga sore hari dan dilanjutkan dengan pendampingan untuk menyempurnakan hasil karya masing-masing peserta.
Unjuk Karya Dosen Tunjukkan Hasil yang Memuaskan
Memasuki hari kedua, workshop dilanjutkan dengan materi Asesmen Digital: Membangun Bank Soal dan Evaluasi. Materi ini menjadi bagian penting dalam pengembangan pembelajaran digital karena proses pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan penyampaian materi, tetapi juga bagaimana melakukan evaluasi terhadap ketercapaian pembelajaran mahasiswa.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan agenda Unjuk Karya Pembelajaran Digital: Presentasi dan Umpan Balik Hasil Pelatihan.
Dalam sesi tersebut, perwakilan dari masing-masing fakultas di lingkungan Universitas Pekalongan mempresentasikan hasil pengembangan konten pembelajaran digital yang telah mereka susun selama mengikuti workshop.
Berbagai karya yang ditampilkan menunjukkan kreativitas dan kemampuan para dosen dalam memanfaatkan media digital untuk mendukung pembelajaran. Para dosen tidak hanya mampu memahami materi yang diberikan selama pelatihan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam bentuk karya pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses perkuliahan.
Hasil unjuk karya mendapatkan apresiasi yang sangat positif. Karya yang ditampilkan dinilai sangat memuaskan dan bahkan mampu melampaui ekspektasi yang diharapkan dari kegiatan pelatihan.
Apresiasi tersebut juga disampaikan oleh Aggoro Suryo P., M.Kom. setelah menyaksikan langsung berbagai hasil karya yang dipresentasikan oleh perwakilan fakultas.
Aggoro memberikan apresiasi tinggi terhadap kemampuan, kreativitas, dan antusiasme para dosen Universitas Pekalongan. Menurutnya, para dosen Unikal telah menunjukkan kemampuan yang sangat baik dalam memanfaatkan media dan teknologi digital untuk mendukung proses pembelajaran.
Ia menilai hasil yang ditampilkan dalam sesi unjuk karya menunjukkan bahwa dosen Universitas Pekalongan sudah sangat hebat dan memiliki kemampuan literasi digital yang sangat baik. Kemampuan tersebut menjadi modal yang kuat bagi Unikal untuk terus mengembangkan pembelajaran digital ke depan.
Apresiasi tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pelatihan yang berlangsung selama dua hari mampu menghasilkan capaian nyata. Para dosen tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menghasilkan karya pembelajaran digital yang aplikatif dan relevan.
Dosen Unikal Semakin Melek Media
Keberhasilan unjuk karya menjadi salah satu capaian penting dalam workshop ini. Para dosen menunjukkan perkembangan kemampuan dalam memanfaatkan berbagai media dan teknologi digital untuk mendukung proses pembelajaran.
Hal tersebut memperlihatkan bahwa dosen Universitas Pekalongan semakin melek media, adaptif terhadap teknologi, dan siap menghadapi transformasi pembelajaran digital.
Kemampuan tersebut juga memperkuat komitmen Universitas Pekalongan dalam membangun ekosistem pembelajaran digital yang berkelanjutan. Dosen tidak hanya diarahkan sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai kreator yang mampu menghasilkan konten pembelajaran sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, Universitas Pekalongan menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan teknologi, tetapi juga dengan kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengoptimalkan teknologi tersebut untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Melalui Workshop Pengembangan Konten Pembelajaran Jarak Jauh ini, Universitas Pekalongan berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kompetensi dosen, memperkuat literasi digital, serta mengembangkan pembelajaran yang adaptif, inovatif, kreatif, dan berbasis teknologi.
Workshop ini bukan sekadar kegiatan pelatihan, tetapi menjadi momentum pembuktian bahwa dosen Universitas Pekalongan telah semakin siap, semakin melek media, dan semakin mampu menghadirkan pembelajaran berkualitas di tengah transformasi pendidikan digital.
