Enam Mahasiswa Timor-Leste Bergabung di UNIKAL, Perkuat Langkah Kampus Menuju Daya Saing Internasional

Unikal dan Timor Leste

Universitas Pekalongan (UNIKAL) kembali memperkuat komitmennya menuju kampus berdaya saing internasional dengan menerima enam mahasiswa baru asal Timor-Leste. Keenam mahasiswa tersebut terdiri atas tiga mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan tiga mahasiswa Program Studi S1 Manajemen.

Keenam mahasiswa asing tersebut mendapatkan dukungan berupa beasiswa sebesar 50 persen dari Universitas Pekalongan. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya UNIKAL dalam membuka akses pendidikan tinggi sekaligus membangun lingkungan akademik yang semakin beragam dan berwawasan global.

Keenam mahasiswa Timor-Leste tersebut secara resmi diterima dan disambut oleh Rektor Universitas Pekalongan, Dr. Andi Kushermanto, S.E., M.M., dalam kegiatan penyambutan yang berlangsung pada Jumat (4/9/2026) di Lantai 7 Ruang adaro 2 Gedung F  Universitas Pekalongan.

Dalam sambutannya, Rektor UNIKAL menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa asing bukan sekadar memperluas akses pendidikan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi sivitas akademika untuk membangun interaksi lintas budaya.

“Di kampus UNIKAL itu tidak hanya bertemu antara dosen dan mahasiswa. Kami juga mempertemukan cross-culture (lintas budaya), saling bertukar budaya,” ujar Dr. Andi Kushermanto.

Menurutnya, perbedaan budaya antara mahasiswa dari Timor-Leste dan mahasiswa Indonesia merupakan bagian dari keberagaman yang justru dapat menjadi ruang pembelajaran bersama. Ia mengingatkan mahasiswa baru agar tidak khawatir menghadapi perbedaan budaya selama menjalani kehidupan akademik di Pekalongan.

“Jangan sampai nanti ada culture shock kalau budayanya berbeda. Justru itulah yang menjadi keberagaman di kampus. Memang budaya anak-anak di sana dengan budaya anak-anak di sini tentu berbeda, justru di situlah kita belajar bersama,” tuturnya.

Rektor juga menjelaskan bahwa penerimaan mahasiswa asing di UNIKAL bukan merupakan pengalaman pertama. Sebelumnya, UNIKAL telah menerima mahasiswa dari sejumlah negara, termasuk mahasiswa dari Universitas Brunei Darussalam (UBD). Ke depan, UNIKAL juga akan menerima mahasiswa dari Filipina serta terus membuka peluang kerja sama dan kedatangan mahasiswa internasional dari berbagai negara.

“Artinya, Universitas Pekalongan memang ingin menuju kampus yang memiliki daya saing internasional. Makanya kami menerima mahasiswa asing, dan ini bukan pengalaman yang pertama. Sehingga kami ingin bersama-sama menjadikan kampus di daerah ini juga memiliki daya saing internasional,” jelasnya.

Selain aspek akademik, Dr. Andi juga memberikan gambaran mengenai kehidupan mahasiswa selama berada di Pekalongan. Ia menyampaikan bahwa biaya hidup di Kota Pekalongan relatif terjangkau sehingga diharapkan dapat membantu mahasiswa asing beradaptasi dengan lingkungan baru.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak merasa sendiri ketika mengalami kerinduan terhadap keluarga atau lingkungan asal. Menurutnya, keberadaan teman satu angkatan maupun mahasiswa UNIKAL lainnya dapat menjadi bagian penting dalam proses adaptasi.

“Ketika menjalani studi, mungkin ada yang homesick sampai menangis. Tapi kan ini ada teman-teman satu angkatan. Bergaullah dengan teman-teman di Pekalongan. Orang Pekalongan itu ramah-ramah, jadi tidak usah khawatir. Kota Pekalongan juga relatif aman,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa pendidikan di UNIKAL tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga pribadi yang mandiri.

“Kampus ini ingin menciptakan mahasiswa yang kompeten dan unggul di bidang iptek. Unggul itu artinya memiliki kompetensi, kami tidak hanya ingin menghasilkan mahasiswa yang kompeten saja, kami juga ingin menghasilkan mahasiswa yang mandiri. Anak-anak ini harapannya nanti bisa mandiri. Mulailah mandiri di asrama, harus bisa mengurus diri sendiri. Kemandirian itu harus ada,” katanya.

Sementara itu, pendamping mahasiswa dari Timor-Leste, Devinarti Seixas, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Pekalongan atas kesempatan yang kembali diberikan kepada mahasiswa Timor-Leste untuk menempuh pendidikan tinggi di UNIKAL.

Ia menyampaikan bahwa para mahasiswa sangat antusias untuk mengikuti pendidikan di Universitas Pekalongan. Kesempatan tersebut dinilai sangat berarti, terutama karena terdapat mahasiswa yang berasal dari keluarga petani dan memiliki keterbatasan ekonomi.

“Terima kasih atas kesempatan yang diberikan Universitas Pekalongan kepada kami untuk kesempatan kedua ini,” ujar Devinarti.

Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan di UNIKAL menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa. Dukungan beasiswa yang diberikan UNIKAL juga diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam mewujudkan cita-cita mereka untuk memperoleh pendidikan tinggi.

Kehadiran enam mahasiswa asal Timor-Leste ini sekaligus menjadi bagian dari langkah Universitas Pekalongan dalam memperluas atmosfer akademik internasional. Interaksi antara mahasiswa Indonesia dan mahasiswa asing diharapkan tidak hanya memperkaya pengalaman akademik, tetapi juga membangun pemahaman, toleransi, dan jejaring lintas budaya.

Dengan semakin terbukanya UNIKAL bagi mahasiswa internasional, kampus diharapkan mampu terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul di tingkat regional dan nasional, tetapi juga memiliki daya saing internasional.