Dengan GEMAS DM, Unikal Bantu Warga Karanganyar Kendalikan Diabetes Secara Mandir

Program Gerakan Masyarakat Sadar Diabetes Mellitus (GEMAS DM) yang digelar Universitas Pekalongan menghadirkan suasana berbeda di Aula Desa Karanganyar, Batang. Sejak dilakukannya tanggal 19 september 2025 dan 3 Oktober 2025, ibu-ibu PKK dan warga yang memiliki risiko diabetes mengikuti serangkaian edukasi kesehatan yang dikemas ringan dan mudah dipahami.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan tim lintas profesi dari Fisioterapi, Farmasi, dan Keperawatan, dibantu mahasiswa dari masing-masing program studi. Sejak awal, warga mendapat pemeriksaan kesehatan mulai dari pengukuran tekanan darah hingga cek gula darah sewaktu. Hasil awal menunjukkan sejumlah peserta berada pada kategori pra-diabetes, sehingga edukasi menjadi semakin penting.

Ketua pelaksana, Ade Irma Nahdliyyah, SST.Ft., M.Fis, menyampaikan bahwa salah satu masalah utama di masyarakat adalah kurangnya pemahaman tentang cara mengelola diabetes secara mandiri.

“Banyak warga minum obat diabetes tapi tidak tahu dosis dan cara pakainya. Perawatan kaki pun sering diabaikan. Melalui program ini kami ingin warga mampu merawat diri dengan benar, bukan sekadar mengandalkan obat semata,” ujarnya.

Materi edukasi diberikan secara bertahap—mulai dari cara penggunaan obat yang benar oleh Dr. apt. Mahfur, M.Farm, dilanjutkan pelatihan perawatan kaki diabetes oleh Nunung Hasanah, S.Kep., Ns., M.Si.Med, hingga praktik latihan fisik dan senam diabetes yang dipandu tim fisioterapi. Sesi latihan ini menjadi bagian yang paling dinikmati warga karena gerakannya mudah ditiru dan bisa dilakukan di rumah.

Perubahan positif mulai terlihat ketika evaluasi dilakukan. Rata-rata gula darah peserta turun dari 111,4 mg/dL menjadi 106,75 mg/dL, dan tekanan darah juga menurun dari 118,6 mmHg menjadi 115,2 mmHg. Penurunan ini menjadi bukti bahwa edukasi sederhana pun dapat memberikan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat.

Ketua PKK Desa Karanganyar turut mengapresiasi kegiatan ini dan berharap program serupa dapat dilaksanakan secara berkala karena terbukti membantu warga memahami cara merawat kondisi mereka.

Melalui GEMAS DM, Universitas Pekalongan tidak hanya memberikan penyuluhan kesehatan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih sadar dan mampu mengelola kondisi kesehatannya secara mandiri. Program ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi antarprofesi yang efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat desa.