Perluas Jejaring Akademik Global, UNIKAL Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Magister Hukum Konstruksi

PADSK SCLI INTERNATIONAL CONFERENCE 2026

Universitas Pekalongan (UNIKAL) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui penguatan jejaring internasional. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan praktisi hukum konstruksi bertaraf internasional yang berasal dari International Federation of Consulting Engineers (FIDIC) dan Dispute Resolution Board Foundation (DRBF). Kerja sama ini bertujuan memperkaya proses pembelajaran mahasiswa Program Magister Hukum Konstruksi dengan pengalaman praktis, wawasan global, serta pemahaman mengenai dinamika penyelesaian sengketa konstruksi di berbagai negara.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Rektor Universitas Pekalongan, Dr. Andi Kushermanto, S.E., M.M., usai menghadiri PADSK-SCLI International Conference 2026 yang diselenggarakan di Hotel Raffles Jakarta pada Jumat (24/7/2026). Konferensi internasional tersebut menghadirkan akademisi, praktisi, konsultan, hingga pakar hukum konstruksi dari berbagai negara untuk mendiskusikan perkembangan terbaru terkait kontrak konstruksi dan penyelesaian sengketa (construction dispute).

PADSK SCLI INTERNATIONAL CONFERENCE 2026

Menurut Dr. Andi Kushermanto, kerja sama dengan FIDIC dan DRBF merupakan bagian dari strategi Universitas Pekalongan dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga didukung oleh pengalaman nyata dari para praktisi yang telah berkiprah dalam menangani berbagai proyek konstruksi berskala internasional.

“Kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen UNIKAL untuk menghadirkan dosen-dosen praktisi yang memiliki pengalaman langsung dalam penyusunan kontrak konstruksi maupun penyelesaian sengketa di berbagai negara. Kehadiran mereka akan memberikan perspektif yang lebih luas kepada mahasiswa sehingga pembelajaran menjadi semakin aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia profesional,” ungkapnya.

Beliau menjelaskan bahwa para praktisi dari FIDIC maupun DRBF akan dilibatkan sebagai dosen praktisi yang mendampingi proses pembelajaran di Program Magister Hukum Konstruksi. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai hukum konstruksi, tetapi juga dapat mempelajari berbagai studi kasus (case studies) yang terjadi pada proyek-proyek internasional.

Lebih lanjut, Rektor UNIKAL menegaskan bahwa perkembangan dunia konstruksi global menuntut lulusan memiliki kemampuan memahami karakteristik penyelesaian sengketa yang dipengaruhi oleh aspek hukum, sosial, maupun budaya dari masing-masing negara. Oleh karena itu, mahasiswa perlu dibekali wawasan internasional agar mampu menganalisis berbagai pendekatan penyelesaian sengketa konstruksi secara komprehensif.

Tema yang diangkat dalam PADSK-SCLI International Conference 2026 mengenai pengaruh perbedaan budaya terhadap penyelesaian sengketa konstruksi dinilai sangat relevan dengan pengembangan kompetensi mahasiswa. Melalui forum ilmiah tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai bagaimana perbedaan sistem hukum, budaya kerja, hingga pola komunikasi dapat memengaruhi proses penyelesaian konflik pada proyek konstruksi lintas negara.

PADSK SCLI INTERNATIONAL CONFERENCE 2026

Selain memperkuat kolaborasi internasional, Universitas Pekalongan juga terus memperluas kemitraan dengan berbagai perusahaan nasional maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pengembangan jejaring tersebut menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat melalui sInergi dengan dunia usaha dan dunia industri.

Menurut Dr. Andi Kushermanto, penguatan jejaring industri menjadi salah satu prioritas utama yang terus dikembangkan oleh UNIKAL. Langkah ini diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang kolaborasi dalam bentuk kuliah praktisi, penelitian terapan, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri, hingga peningkatan kompetensi profesional mahasiswa.

“Sebagian besar mahasiswa Program Magister Hukum Konstruksi UNIKAL merupakan para profesional yang telah berkarier di berbagai perusahaan maupun instansi. Oleh karena itu, pembelajaran harus mampu menjawab tantangan yang mereka hadapi di dunia kerja melalui materi yang aktual, kontekstual, dan sesuai dengan perkembangan praktik hukum konstruksi internasional,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan PADSK-SCLI International Conference 2026 yang dinilai memberikan kontribusi signifikan dalam memperkaya wawasan akademik maupun profesional bagi peserta. Berbagai materi yang disampaikan oleh para pakar internasional dinilai selaras dengan capaian pembelajaran Program Magister Hukum Konstruksi Universitas Pekalongan sehingga dapat menjadi referensi penting dalam proses pembelajaran di kelas.

Melalui penguatan kolaborasi bersama FIDIC, DRBF, serta berbagai mitra strategis lainnya, Universitas Pekalongan berharap mampu mencetak lulusan Magister Hukum Konstruksi yang memiliki kompetensi akademik unggul, berwawasan global, adaptif terhadap perkembangan industri konstruksi, serta siap memberikan kontribusi dalam Penyelesaian berbagai persoalan hukum konstruksi di tingkat nasional maupun internasional.