PEKALONGAN – Fakultas Farmasi Universitas Pekalongan kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia kefarmasian yang profesional, kompeten, dan berintegritas melalui penyelenggaraan Angkat Sumpah Apoteker dan Tenaga Vokasi Farmasi pada Rabu, 21 Oktober 2026. Mengusung tema “Akselerasi Kompetensi Tenaga Kefarmasian Unggul: Berintegritas, Berdaya Saing Global dan Berdampak Nyata pada Pelayanan Kesehatan”, kegiatan ini diikuti oleh 58 peserta, yang terdiri atas 25 Apoteker dan 33 Tenaga Vokasi Farmasi.
Prosesi angkat sumpah dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Pekalongan dan berlangsung dengan khidmat. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menyiapkan tenaga kefarmasian yang mampu menjawab tantangan dan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Tema yang diusung mencerminkan arah pengembangan pendidikan kefarmasian yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan profesional, tetapi juga pada pembentukan karakter, integritas, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan dinamika pelayanan kesehatan. Tenaga kefarmasian dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu bersaing di tingkat global sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat.
Angkat sumpah bukan sekadar seremoni akademik maupun penanda berakhirnya suatu tahapan pendidikan. Lebih dari itu, momen ini merupakan pernyataan tanggung jawab moral dan profesional para lulusan untuk mengabdikan ilmu, kompetensi, dan keahliannya bagi kepentingan masyarakat. Sumpah yang diucapkan menjadi pengingat bahwa setiap tindakan dalam praktik kefarmasian harus dilandasi integritas, kepatuhan terhadap etika profesi, serta komitmen terhadap keselamatan pasien.

Keikutsertaan 25 Apoteker dan 33 Tenaga Vokasi Farmasi dalam prosesi ini menunjukkan kontribusi Fakultas Farmasi Universitas Pekalongan dalam mempersiapkan tenaga kefarmasian dari jenjang pendidikan profesi hingga vokasi. Keduanya memiliki peran strategis dan saling melengkapi dalam mendukung pelayanan kefarmasian, baik di apotek, rumah sakit, puskesmas, fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, maupun sektor industri dan distribusi kefarmasian.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Fakultas Farmasi Universitas Pekalongan terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, etika, dan profesionalisme lulusan. Sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan semakin membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan kompetensi, penguatan praktik profesional, serta peningkatan kontribusi lulusan dalam dunia kerja.
Momentum angkat sumpah ini menjadi awal perjalanan pengabdian bagi 58 tenaga kefarmasian yang telah menyelesaikan tahapan pendidikannya. Sejalan dengan tema yang diusung, para lulusan diharapkan mampu menjadi tenaga kefarmasian yang unggul, menjunjung tinggi integritas, memiliki daya saing global, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui pelayanan kefarmasian yang profesional, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
