Universitas Pekalongan (UNIKAL) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui penerjunan 384 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Periode II Tahun Akademik 2025/2026. Para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di 30 desa dan kelurahan yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Pekalongan selama satu bulan ke depan.
Penerjunan mahasiswa KKN berlangsung di Aula Setda Kabupaten Pekalongan pada Kamis (4/6) dan dihadiri oleh Wakil Rektor I UNIKAL, Zahro SE., M.Si, bersama Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh, serta jajaran pemerintah daerah dan civitas akademika.
Mengangkat tema “Mewujudkan Masyarakat Sehat dan Sejahtera melalui Program Pemberdayaan dan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan”, KKN Tematik tahun ini dirancang sebagai wadah kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi persoalan lingkungan yang semakin kompleks, khususnya terkait pengelolaan sampah.
Ketua Panitia KKN, Ubad Badrudin, S.P., M.P, menyampaikan bahwa mahasiswa akan melaksanakan berbagai program yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan yang dijalankan tetap mengintegrasikan empat bidang utama pengabdian, yakni pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang akan mendampingi proses perubahan perilaku menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UNIKAL, menegaskan bahwa pemilihan tema pengelolaan sampah berkelanjutan merupakan bentuk respons kampus terhadap isu lingkungan yang menjadi perhatian bersama. Melalui KKN Tematik ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Kehadiran mereka di tengah masyarakat diharapkan mampu mendorong tumbuhnya kesadaran dalam mengelola sampah sejak dari rumah tangga melalui penerapan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R),” ungkapnya.
Lebih jauh, ia berharap program-program yang dijalankan selama KKN dapat memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan sampah yang memiliki nilai jual.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Universitas Pekalongan dalam upaya membangun kesadaran lingkungan di masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa produksi sampah di Kabupaten Pekalongan mencapai ratusan ton setiap hari sehingga diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mencari solusi yang efektif dan berkelanjutan.
Menurutnya, mahasiswa KKN dapat menjadi motor penggerak berbagai kegiatan edukatif dan pemberdayaan, seperti sosialisasi pengelolaan sampah berbasis 3R, pelatihan pengolahan sampah organik menjadi kompos, kampanye pengurangan plastik sekali pakai, hingga pembentukan kader lingkungan di tingkat desa.
Selain pelepasan mahasiswa, kegiatan tersebut juga diwarnai dengan penyerahan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada seluruh peserta KKN. Langkah ini menjadi bentuk perhatian dan tanggung jawab UNIKAL dalam memberikan perlindungan kepada mahasiswa selama menjalankan aktivitas pengabdian di lapangan.
Melalui KKN Tematik PPM ini, Universitas Pekalongan tidak hanya memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, ratusan mahasiswa UNIKAL diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Pekalongan.
