Unikal Sambut Mahasiswa SEA-Teacher dari Filipina, Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Budaya

Pekalongan, 4 November 2025 — Universitas Pekalongan menggelar Welcoming Ceremony SEA-Teacher Program bersama Mariano Marcos State University (MMSU), Filipina, pada Senin, 4 November 2025, di Ruang Adaro 7 Lantai 2, Universitas Pekalongan.

Kegiatan ini menjadi momen penting dalam mempererat hubungan akademik dan budaya antara dua universitas di kawasan Asia Tenggara. Program SEA-Teacher sendiri merupakan inisiatif regional yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa calon guru untuk melakukan praktik mengajar lintas negara dan saling berbagi pengalaman pendidikan.

Acara diawali dengan sambutan dari Direktur Program Pascasarjana dan Kerja Sama (PPdK) Universitas Pekalongan yang menyampaikan harapannya agar program SEA-Teacher tidak hanya menjadi ajang pembelajaran lintas negara, tetapi juga dimanfaatkan untuk implementasi kolaborasi di setiap fakultas.

“Kegiatan ini merupakan peluang berharga bagi seluruh fakultas untuk mengembangkan jejaring internasional, serta memperluas praktik pembelajaran berbasis kolaborasi,” ujar Dr Chalimah.

Selanjutnya, Rektor Universitas Pekalongan, Dr. Andi Kushermanto, M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan internasional seperti SEA-Teacher merupakan wujud nyata dari komitmen Universitas Pekalongan dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pendidikan lintas budaya dan kolaborasi global.
Beliau juga memperkenalkan batik sebagai identitas unggulan Universitas Pekalongan, yang tidak hanya menjadi simbol kebanggaan lokal tetapi juga warisan dunia yang diakui oleh UNESCO.

“Universitas Pekalongan berada di Kota Batik, dan keunggulan kami terletak pada bagaimana kami menjaga serta mengembangkan batik sebagai warisan budaya bangsa. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan batik sebagai bentuk ekspresi budaya yang penuh makna, sekaligus simbol persahabatan antarbangsa,” tutur Rektor.

Dalam kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini, tiga mahasiswa dari MMSU Altgea Agpaoa, Athena Queenue Mayo, dan Mariel Joy Campos  resmi diterima sebagai peserta SEA-Teacher batch 11. Mereka akan menjalani program selama 3 November hingga 2 Desember 2025 di Universitas Pekalongan.

Dalam sambutan mewakili peserta, Mariel Joy Campos menyampaikan rasa syukur dan bahagianya karena disambut dengan hangat oleh civitas akademika Universitas Pekalongan.

“Kami merasa seperti berada di rumah sendiri. Kami ingin bertukar budaya, belajar bersama, dan membangun pengalaman berharga selama berada di Indonesia,” ungkapnya dengan penuh semangat

Selama program berlangsung, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan, seperti kelas Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing , observasi sekolah dan asistensi pembelajaran, pengabdian kepada masyarakat bersama mahasiswa Unikal, penyusunan refleksi pengalaman mengajar, serta kegiatan pengenalan batik yang mencakup kunjungan ke Museum Batik Pekalongan, praktik pembuatan batik, dan city tour untuk mengenal budaya serta kehidupan masyarakat lokal.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama pimpinan universitas, dekan di lingkungan fakultas dan mahasiswa peserta SEA-Teacher. Suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi menjadi penanda dimulainya perjalanan baru antara dua universitas dalam memperkuat jaringan pendidikan global.

Melalui kegiatan ini, Universitas Pekalongan menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kerja sama internasional, khususnya dalam bidang pendidikan, budaya, dan penelitian, sekaligus memperkuat perannya sebagai universitas yang berwawasan global namun tetap berakar pada kearifan lokal.