Pekalongan – Universitas Pekalongan (Unikal) kembali mengukir sejarah dengan menyelenggarakan Sidang Terbuka Senat Universitas Pekalongan dalam Rangka Wisuda ke-62, Sabtu, 26 April 2025. Prosesi penuh khidmat ini dilangsungkan di kampus Universitas Pekalongan, dihadiri oleh Dr. Arsul Sani, Hakim Konstitusi Republik Indonesia, jajaran pembina, pengawas, dan pengurus Yayasan Samarthya Mahotsaha Paramadharma, Rektor Universitas Pekalongan beserta jajarannya. Dekan, dosen,dan tenaga kependidikan di lingkungan Universitas Pekalongan, serta para wisudawan dan orang tua.
Pada wisuda kali ini, Unikal mewisuda total 360 lulusan, terdiri dari Magister ke-3 (10 orang), Profesi ke-12 (3 orang), Sarjana ke-62 (315 orang), dan Diploma ke-26 (32 orang). Sebanyak 123 wisudawan berhasil meraih predikat cumlaude, dengan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yaitu 3,89 untuk Magister, 3,75 untuk Profesi, dan 3,61 untuk program Sarjana dan Diploma.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Pekalongan, Dr. Andi Kushermanto, S.E., M.M., menekankan bahwa dunia pendidikan saat ini tengah menghadapi transformasi besar: dari multikultural menuju globalisasi, dari teknologi ke pasar teknologi, serta dari pembelajaran di kelas menuju pembelajaran di mana saja (learning anywhere).
“Universitas Pekalongan memiliki kewajiban imperatif untuk membekali lulusannya dengan kompetensi komprehensif, tidak hanya teoritis tetapi juga aplikatif, agar siap bersaing di lingkungan global yang semakin kompetitif,” ungkap Rektor.
Ia juga menyampaikan bahwa pengelolaan pendidikan kini menjadi sangat krusial seiring pesatnya perubahan zaman. Oleh karena itu, Unikal terus berupaya meningkatkan kualitas, salah satunya dengan mengajukan tujuh program studi dan satu institusi untuk akreditasi unggul. Tak lupa, apresiasi tinggi disampaikan kepada para dosen atas pencapaian dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, yang berhasil mengantarkan Unikal meraih skor SINTA tertinggi se-Karisedenan Pekalongan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Samarthya Mahotsaha Paramadharma, Mohammad Rizal, S.E., dalam pidatonya mengajak para hadirin mengenang perjalanan panjang berdirinya Unikal. Ia menceritakan bagaimana dahulu Unikal hanya memiliki dua gedung, namun kini telah berkembang pesat dengan banyak fasilitas baru dan bahkan kini sudah terbangun gedung kembar sebagai simbol kemajuan dan kebanggaan universitas.
Kehadiran tokoh nasional seperti Dr. Arsul Sani sebagai tamu kehormatan turut menambah khidmat prosesi wisuda. Dalam pidatonya, ia memberi pesan kepada para lulusan untuk menjaga integritas, semangat belajar sepanjang hayat, dan kesiapan dalam menghadapi tantangan masa depan.
Acara ini menjadi momentum penting, tidak hanya bagi para lulusan tetapi juga bagi Universitas Pekalongan untuk terus bergerak maju mencetak generasi unggul yang adaptif dan berdaya saing tinggi di era global.
