Regenerasi Batik Pekalongan, Wakil Mentri Kebudayaan Sambangi Universitas Pekalongan

kementrian kebudayaan

Pekalongan, 5 Januari 2025 – Universitas Pekalongan menerima kunjungan dari Kementerian Kebudayaan dalam rangka diskusi mengenai regenerasi Batik Pekalongan. Acara ini dihadiri oleh Wakil Menteri Kebudayaan, Bapak Giring Ganesha, beserta istri, serta Ibu Katharine Grace, istri dari Menteri Kebudayaan Indonesia. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah, Kepala Museum Batik Pekalongan, Rektor Universitas Pekalongan, para wakil rektor, Yayasan Samartya Mahotsaha Paramadharma, Kepala SMK N 3 Pekalongan, pegiat batik, mahasiswa Prodi Teknologi Batik, serta perwakilan siswa SMK N 3 Pekalongan.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Pekalongan, Bapak Dr. Andi Kushermanto, SE, MM, menegaskan bahwa batik bukan sekadar produk, melainkan budaya yang harus dilestarikan. Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya atas keberadaan Kementerian Kebudayaan yang kini dapat lebih fokus dalam pelestarian budaya batik, dimana batik tidak hanya fokus pada hilir, tetapi juga membangun fondasi yang kuat di hulu untuk menciptakan keberlanjutan yang menyeluruh.

Sementara itu, Ketua Yayasan, M. Rizal, berbagi kisah mengenai sejarah pendirian Program Studi Teknologi Batik di Universitas Pekalongan. Ia menyampaikan bahwa prodi ini merupakan yang pertama di Indonesia dan menegaskan kesiapan Universitas Pekalongan untuk bekerja sama dan berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan dalam regenerasi batik.

Sambutan tersebut mendapat tanggapan positif dari Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha. Ia menyatakan bahwa batik bukan hanya sekadar gaya hidup, melainkan bagian dari identitas bangsa. Ia juga mengungkapkan rencana kolaborasi dengan Universitas Pekalongan untuk lebih mendalami pemanfaatan, pelestarian, dan pengembangan batik.

Diskusi yang dipandu oleh Kepala Museum Indonesia melibatkan Kaprodi Teknologi Batik pegiat batik, kepala SMK, mahasiswa, serta siswa SMK. Salah satu poin menarik dalam diskusi ini disampaikan oleh Bapak Syamsul Huda, mahasiswa MM Unikal yang juga seorang pengusaha batik. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap berkurangnya generasi pembatik karena batik saat ini hanya berorientasi pada supply dan demand. Selain itu, ia menyoroti ancaman produk batik impor dari Cina yang dapat merugikan pengrajin batik lokal.

Selain itu, mahasiswa Unikal lainnya turut mengangkat isu limbah batik yang perlu ditangani dengan lebih tepat guna mendukung keberlanjutan industri batik. Diskusi ini semakin menarik dengan berbagai argumen dan solusi yang diusulkan demi menjaga keberlanjutan industri batik di Pekalongan.

Kunjungan dan diskusi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi kolaborasi lebih lanjut antara Universitas Pekalongan dan Kementerian Kebudayaan dalam upaya regenerasi batik sebagai warisan budaya bangsa.