Pekalongan, 30 April 2025 — Fakultas Pertanian Universitas Pekalongan kembali menunjukkan komitmennya dalam menyebarluaskan praktik pertanian berkelanjutan kepada generasi muda, tak hanya di tingkat lokal, namun juga lintas negara. Hal ini tampak dalam kegiatan Short Course Urban Farming yang diikuti oleh empat mahasiswa dari University of San Jose Recoletos, Filipina, pada Rabu, 30 April 2025. Kegiatan yang berlangsung satu hari penuh ini dirancang secara padat dan aplikatif, dimulai dari sesi pengenalan materi di Gedung C lantai 2, dan dilanjutkan dengan praktik langsung di green house Fakultas Pertanian Universitas Pekalongan.
Sambutan hangat membuka kegiatan hari itu, disampaikan langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Ubad Badrudin, S.P., M.P., yang menyampaikan apresiasinya atas antusiasme mahasiswa internasional untuk belajar tentang pertanian urban di Indonesia. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa urban farming bukan hanya solusi cerdas bagi keterbatasan lahan di perkotaan, tetapi juga menjadi strategi penting dalam menciptakan kemandirian pangan di masa depan.
“Kami senang bisa berbagi pengetahuan dan praktik pertanian yang ramah lingkungan. Urban farming bukan sekadar tren, tapi kebutuhan,” ujarnya.
Setelah sesi materi, peserta diajak untuk terjun langsung ke area praktik green house, di mana mereka dikenalkan dengan teknik hidroponik, mulai dari sistem instalasi hingga pemeliharaan tanaman. Salah satu fokus utama dalam praktik hari itu adalah wick system, sistem hidroponik sederhana yang sangat cocok diaplikasikan di lingkungan perkotaan dengan sumber daya terbatas. Mahasiswa Filipina terlihat antusias mencatat dan mempraktikkan setiap tahapan yang dijelaskan oleh tim dosen dan teknisi pertanian UNIKAL.

Tak hanya belajar, para peserta juga berkesempatan memanen langsung selada dan daun kenikir yang tumbuh subur di instalasi hidroponik green house. Kegiatan panen ini menjadi momen yang tak terlupakan bagi mahasiswa tamu, karena mereka dapat merasakan hasil dari sistem pertanian modern yang ramah lingkungan dan efisien ruang. Antusiasme peserta semakin meningkat saat mereka berdiskusi dengan mahasiswa Fakultas Pertanian UNIKAL mengenai potensi penerapan urban farming di negara asal mereka.
Dengan suasana hangat, edukatif, dan penuh interaksi, short course ini berhasil membuka wawasan lintas budaya sekaligus memperkuat kerja sama internasional dalam bidang pertanian. Fakultas Pertanian UNIKAL membuktikan bahwa pertanian modern bisa menjadi jembatan diplomasi yang hijau, sehat, dan menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli pada ketahanan pangan di masa depan.
