Magister Manajemen Unikal Bahas Tata Kelola SDM Sektor Publik Bersama Dr. Dhoni Widianto

Pekalongan, 27 September 2025 – Program Magister Manajemen (MM) Universitas Pekalongan (Unikal) kembali menyelenggarakan Kuliah Praktisi dengan menghadirkan Dr. Dhoni Widianto, M.Si, seorang akademisi dan praktisi berpengalaman di bidang kebijakan publik dan manajemen pemerintahan. Kegiatan ini mengusung tema “Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Sektor Publik”, dan diikuti antusias oleh mahasiswa MM Unikal pada Sabtu, 27 September 2025.

Kuliah ini merupakan bagian dari komitmen Unikal dalam memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap penerapan teori manajemen di dunia nyata, khususnya pada sektor publik yang memiliki karakteristik berbeda dari sektor swasta.

Dalam pemaparannya, Dr. Dhoni menjelaskan bahwa MSDM sektor publik berperan krusial dalam menciptakan efektivitas pelayanan publik, menjaga integritas birokrasi, dan meningkatkan kepuasan kerja aparatur sipil negara (ASN). Ia menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan kinerja pemerintah.

“Sumber daya manusia di sektor publik bukan hanya tenaga pelaksana kebijakan, tetapi juga penggerak utama pelayanan masyarakat. Tanpa SDM yang profesional, bersih, dan berintegritas, mustahil birokrasi bisa dipercaya dan efektif,” tegas Dr. Dhoni.

Dr. Dhoni juga memaparkan secara mendalam perbedaan mendasar antara MSDM sektor publik dan swasta. Menurutnya, sektor publik memiliki tujuan utama melayani masyarakat, bukan mencari keuntungan. Karena itu, keberhasilan manajemen SDM di lembaga pemerintah sangat bergantung pada akuntabilitas, integritas, serta kemampuan mengelola konflik dan perubahan dengan efektif.

Dalam sesi selanjutnya, Dr. Dhoni menjelaskan kebijakan pengelolaan ASN di lingkungan pemerintah daerah, termasuk mekanisme perencanaan kebutuhan pegawai, sistem rekrutmen CASN dan PPPK, serta pengembangan karier berbasis merit system. Ia mencontohkan praktik di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah menerapkan model open career system dan talent management sesuai amanat Peraturan Gubernur Nomor 28 Tahun 2021.

“Jawa Tengah sudah memulai reformasi pengisian jabatan berbasis kompetensi dan integritas. Tidak ada lagi jual beli jabatan, karena semua proses seleksi dilakukan secara terbuka, kompetitif, dan berbasis sistem informasi terintegrasi,” papar Dr. Dhoni, yang juga pernah terlibat dalam pengembangan kebijakan ASN daerah.

Ia menambahkan bahwa paradigma baru manajemen ASN menuntut perubahan dari zona nyaman (comfort zone) menuju zona kompetitif (competitive zone), di mana setiap aparatur dituntut untuk menunjukkan kinerja, moralitas, dan kemampuan kepemimpinan.

Kegiatan berlangsung interaktif. Mahasiswa Magister Manajemen Unikal aktif berdiskusi, terutama terkait perbedaan kebijakan manajemen SDM di daerah dan pusat, serta bagaimana reformasi birokrasi dapat mendorong pelayanan publik yang lebih profesional dan responsif.

Melalui kegiatan ini, Program Magister Manajemen Unikal menegaskan perannya sebagai penyelenggara pendidikan tinggi yang tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga memperkaya mahasiswa dengan pengalaman praktis dan wawasan kebijakan terkini. Dengan pemahaman ini, lulusan MM Unikal diharapkan mampu menjadi manajer publik yang adaptif, berintegritas, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan melayani.