Pekalongan, 23 April 2025 — Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pekalongan kembali menunjukkan eksistensinya di kancah internasional. Kali ini, melalui kolaborasi dua program studi — D III Fisioterapi dan S1 Kesehatan Masyarakat, sukses menggelar kegiatan Short Course Occupational Diseases Internasional yang mengangkat isu krusial tentang penyakit akibat kerja, khususnya Musculoskeletal Disorders (MSDs) dengan pendekatan intervensi stretching.
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan mahasiswa dalam negeri, namun juga diikuti oleh mahasiswa dari University of San Jose Recoletos, Filipina, serta para praktisi kesehatan. Fokus utama kegiatan adalah peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam menangani gangguan otot dan rangka akibat aktivitas kerja berulang dan postur tubuh yang tidak ergonomis.
Dalam sesi fisioterapi, Agung Hermawan selaku narasumber menjelaskan pentingnya melakukan stretching baik sebelum, saat, maupun setelah bekerja.

“Stretching sebelum bekerja dapat mengurangi risiko cedera. Jika dilakukan saat dan setelah bekerja, justru bisa meningkatkan produktivitas kerja. MSDs ini tidak hanya berdampak pada individu, tapi juga bisa merugikan perusahaan atau instansi. Maka dari itu, stretching adalah langkah awal yang efektif untuk pencegahan,” terangnya.
Dari sisi kesehatan masyarakat, Jaya Maulana menyampaikan materi mengenai berbagai jenis penyakit akibat kerja yang sering muncul di sektor industri dan perkantoran. Ia menekankan pentingnya identifikasi faktor risiko lingkungan kerja serta promosi kesehatan yang berkelanjutan.
“Upaya preventif berbasis komunitas sangat diperlukan untuk menekan angka kejadian penyakit akibat kerja. Edukasi di tempat kerja harus dimasifkan agar kesadaran para pekerja meningkat,” ujarnya.
Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan sesi praktik langsung di Laboratorium Fisioterapi Universitas Pekalongan, simulasi studi kasus, serta diskusi terbuka. Tak hanya mendapat materi teoritis, peserta juga diajak untuk menerapkan langsung teknik-teknik ergonomi dan peregangan yang dapat diaplikasikan di berbagai lingkungan kerja.
Diharapkan, melalui program short course ini, para peserta memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan strategis untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan
