Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unikal Sukses Adakan SENESIS 4

SENESIS 4

Pekalongan, 11 Januari 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pekalongan sukses menggelar Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis (Senesis 4) dengan tema “Navigasi Dunia Bisnis di Era VUCA: Adaptasi, Ketahanan, dan Pertumbuhan di Masa Depan”. Acara ini berlangsung di Gedung F lantai 8 Universitas Pekalongan.

Acara ini turut menghadirkan lima pembicara dari berbagai Universitas ternama di Indonesia, yakni, Prof. Dr. Suliyanto, M.M dari Universitas Jenderal Sudirman, Dr. Acep Suliyanto, M.M dari Universitas Swadaya Gunung Jati, Prof. Dr. Dra. Vince Ratnawati dari Universitas Riau, Reskino, S.E., M.Si., Ph.D dari UIN Syarif Hidayatullah serta Prof. Dr. Mahirun, S.E., M.Si dari Universitas Pekalongan. Seminar ini diikuti oleh 246 peserta, yang terdiri dari 47 presenter dan 199 peserta seminar.

Rektor Universitas Pekalongan, Dr. Andi Kushermanto, S.E., M.M., selaku keynote speaker menyoroti bahwa perubahan bukanlah sesuatu yang baru, namun akselerasi dan inovasi menjadi tantangan utama. Beliau menjelaskan konsep VUCA yang membawa kondisi tertentu yang dapat mempengaruhi keberlanjutan bisnis. Strategi yang harus diambil meliputi empat langkah utama, yaitu manajemen strategis, organisasi, sumber daya manusia, dan kepemimpinan.

Dalam pemaparannya, Prof. Suliyanto menyoroti bahwa ancaman bagi perguruan tinggi saat ini bukan hanya dari institusi lain, tetapi juga dari perkembangan teknologi seperti internet, ChatGPT, YouTube, dan platform edukasi lainnya. Sementara itu Dr. Drs. Acep Komara memaparkan pentingnya keberlanjutan bisnis, yang memerlukan adaptabilitas untuk menghadapi tantangan VUCA, inovasi sebagai pendorong perkembangan bisnis dan keunggulan kompetitif, serta kolaborasi guna meningkatkan akses terhadap sumber daya dan pasar baru.

Prof. Vince yang menjadi narasumber ketiga menyoroti pentingnya ketahanan pajak dalam menghadapi disrupsi ekonomi. Ia menekankan bahwa pemimpin pajak harus mengadopsi pendekatan proaktif berbasis teknologi agar organisasi tetap patuh terhadap regulasi dan mampu menciptakan peluang baru. Selain itu Reskino, Ph.D., memaparkan pentingnya kesiapan kognitif sebagai bagian dari strategi menghadapi ketidakpastian, termasuk kesadaran situasional, kemampuan beradaptasi, dan pengelolaan emosi.

Sebagai penutup, Prof. Mahirun menegaskan bahwa penguatan inovasi dan kolaborasi merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan bisnis di era VUCA. Dengan adaptasi cepat, pengambilan keputusan berbasis data, serta pengelolaan risiko yang proaktif, bisnis dapat terus berkembang di tengah ketidakpastian.

Diskusi berlangsung secara dinamis, diwarnai oleh beragam perspektif yang disampaikan oleh mahasiswa dan para akademisi yang hadir, menciptakan suasana yang interaktif dan mendalam dalam membahas berbagai isu serta tantangan yang dihadapi dalam konteks yang relevan. Seminar ini memberikan wawasan yang mendalam bagi peserta dalam menghadapi tantangan dunia bisnis di era VUCA. Diharapkan, hasil dari seminar ini dapat diterapkan dalam strategi bisnis dan pengembangan akademik ke depan.