Kiprah akademisi Universitas Pekalongan (Unikal) kembali mencuri perhatian di tingkat internasional. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Meliza, SE., M.Com., DBA, tampil sebagai visiting lecturer di Faculty of Administrative Sciences, Kalasin University, Thailand, pada 6 Maret 2025, dengan mengusung tema “Peer-to-Peer Lending and The Role of Banking Sector.”
Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama akademik antara Universitas Pekalongan dan Kalasin University dalam upaya memperluas jejaring internasional serta meningkatkan kualitas pembelajaran lintas negara. Dr. Meliza, yang juga dikenal sebagai pakar di bidang keuangan dan perbankan digital, membagikan pandangannya mengenai dinamika ekonomi modern yang dipicu oleh kemajuan teknologi finansial atau fintech.
Dalam paparannya, ia menyoroti pesatnya pertumbuhan Peer-to-Peer (P2P) Lending di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2024, jumlah penyaluran pinjaman P2P di Indonesia meningkat tajam dari Rp225 triliun pada 2021 menjadi Rp501 triliun pada 2024. Sementara di tingkat Asia Tenggara, nilai distribusi pinjaman naik dari USD 23 miliar pada 2019 menjadi USD 110 miliar pada 2025.

“Angka ini menunjukkan betapa kuatnya minat masyarakat terhadap layanan pembiayaan alternatif yang cepat, mudah, dan tidak bergantung pada jaminan seperti perbankan konvensional,” jelas Dr. Meliza di hadapan peserta kuliah yang terdiri dari mahasiswa dan dosen Kalasin University.
Ia juga menegaskan bahwa pertumbuhan fintech harus diimbangi dengan penguatan peran sektor perbankan sebagai lembaga yang memiliki sistem keamanan dan kepercayaan tinggi. “Bank dapat berperan sebagai investor, penyedia infrastruktur teknologi, sekaligus mitra edukasi keuangan bagi masyarakat. Kolaborasi keduanya akan memperkuat ekosistem keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Selain membahas peluang ekonomi digital, Dr. Meliza turut mengulas ancaman yang muncul seiring kemajuan teknologi, seperti meningkatnya kasus internet banking scammer melalui modus phishing, impersonation, dan keylogging. Ia mengingatkan pentingnya literasi digital untuk menghindari penipuan siber. “Masyarakat perlu memahami risiko dan selalu menjaga kerahasiaan data pribadi, termasuk PIN dan kode OTP,” pesannya.
Kegiatan kuliah tamu ini berlangsung interaktif, ditandai dengan antusiasme peserta yang tinggi dalam sesi diskusi. Mahasiswa Kalasin University aktif bertanya seputar praktik P2P lending di Indonesia dan bagaimana pemerintah menjaga stabilitas sektor keuangan digital di tengah disrupsi teknologi.
Keterlibatan Dr. Meliza di Kalasin University menjadi bukti nyata bahwa dosen Unikal mampu bersaing dan berkiprah di dunia internasional, menginspirasi sivitas akademika untuk terus berinovasi dan memperluas kolaborasi lintas negara.
