Batik sebagai Investasi Masa Depan: Mahasiswa Filipina Pelajari Inovasi UKM di UNIKAL

Pekalongan, 24 April 2025 — Suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi internasional terasa di Gedung B lantai 1 Universitas Pekalongan, saat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pekalongan menyambut kedatangan mahasiswa dari University of San Jose Recoletos, Filipina dalam kegiatan Short Course Innovation Management. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penguatan jejaring global sekaligus pengenalan kearifan lokal Indonesia kepada dunia.

Acara yang digelar pada Kamis, 24 April 2025 ini menghadirkan narasumber Dr. Wenti Ayu S., S.Kom., M.M., dosen sekaligus praktisi di bidang manajemen inovasi. Dengan tema yang relevan dan inspiratif, “Batik SME’s: Developing SME’s Innovation in This Era”, Dr. Wenti menyajikan materi secara mendalam namun komunikatif, mengajak peserta untuk memahami pentingnya inovasi dalam mempertahankan eksistensi dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di sektor batik.

Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa batik bukan sekadar kain, tetapi warisan budaya takbenda yang telah diakui UNESCO, yang harus dijaga dan dikembangkan dengan pendekatan modern. Salah satunya adalah melalui manajemen inovasi yang tepat sasaran.

“Mengapa manajemen inovasi penting bagi UKM batik? Karena pasar terus berubah, selera konsumen semakin beragam, dan persaingan semakin ketat. Tanpa inovasi, batik akan tertinggal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dr. Wenti juga membagikan kisah inspiratif dari maestro batik Iwan Tirta, yang berhasil membawa koleksi pribadinya ke kancah internasional. Kisah tersebut menjadi bukti bahwa batik bukan hanya simbol budaya, melainkan juga investasi masa depan yang memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan strategi inovatif.

Acara berlangsung interaktif, dengan diskusi aktif antara mahasiswa Filipina dan mahasiswa FEB Unikal. Para peserta terlihat antusias menyimak setiap materi, bahkan menunjukkan ketertarikan besar terhadap filosofi dan nilai historis batik sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Di penghujung sesi, Dr. Wenti mengajak semua pihak untuk terus mendukung perkembangan batik agar tetap relevan di era modern.

“Mari kita dukung batik agar terus berkembang untuk generasi mendatang. Budaya ini adalah milik kita bersama yang patut dilestarikan,” tutupnya.

Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan internasional, tetapi juga membuka wawasan peserta tentang pentingnya inovasi berbasis budaya lokal. Sebuah langkah kecil namun berarti dalam membumikan batik di mata dunia