Mahasiswa KKN Tematik Unikal Rampungkan Pengabdian di Kabupaten Pekalongan, Hadirkan Inovasi Pengelolaan Sampah dan Pemberdayaan Masyarakat

Sebanyak 330 mahasiswa Universitas Pekalongan (Unikal) resmi menyelesaikan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Periode II Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung sejak 4 Juni hingga 3 Juli 2026. Program pengabdian tersebut dilaksanakan di 30 desa dan kelurahan yang tersebar di lima kecamatan, yaitu Kajen, Karanganyar, Kedungwuni, Wonopringgo, dan Sragi.

Penarikan mahasiswa KKN dirangkaikan dengan Expo KKN Tematik PPM yang diselenggarakan di Aula Kecamatan Karanganyar pada Jumat (3/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan, pimpinan Universitas Pekalongan, dosen pembimbing lapangan, serta seluruh mahasiswa peserta KKN.

Mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat Sehat dan Sejahtera melalui Program Pemberdayaan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan,” KKN Tematik Unikal berfokus pada upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.

Rektor Universitas Pekalongan, Assoc. Prof. Dr. Andi Kushermanto, S.E., M.M., menjelaskan bahwa pemilihan tema tersebut merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kami berharap pelaksanaan KKN tidak berhenti sebatas menyelesaikan program kerja, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang berupa perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, tetapi memiliki nilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Selama satu bulan pelaksanaan KKN, mahasiswa berhasil melaksanakan berbagai program inovatif, mulai dari pembuatan komposter rumah tangga, pelatihan daur ulang sampah, pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi, budidaya maggot, pemanfaatan insinerator sederhana, hingga pengelolaan sampah untuk mendukung sektor perikanan dan peternakan.

Melalui Expo KKN, mahasiswa juga memamerkan beragam produk hasil inovasi yang mendapat perhatian dari pemerintah daerah, antara lain kerajinan berbahan dasar tutup botol plastik, pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dan sabun, pengolahan limbah kain jeans menjadi produk kerajinan, hingga pemanfaatan bunga telang menjadi minuman herbal dan produk pangan lainnya.

Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., memberikan apresiasi atas kreativitas mahasiswa Universitas Pekalongan yang dinilai mampu menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Menurutnya, berbagai inovasi yang dihasilkan mahasiswa memiliki potensi untuk terus dikembangkan sehingga tidak berhenti pada kegiatan KKN semata.

“Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Universitas Pekalongan telah bersepakat untuk menindaklanjuti berbagai hasil inovasi mahasiswa melalui kolaborasi dengan perangkat daerah terkait agar dapat berkembang menjadi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang produktif,” ungkap Sukirman.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang selama ini terjalin antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Universitas Pekalongan dalam mendukung pembangunan daerah melalui berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Sukirman, tema pengelolaan sampah yang diangkat dalam KKN sangat relevan dengan tantangan yang sedang dihadapi daerah. Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Pemerintah Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Pemalang saat ini tengah memperkuat kerja sama pengelolaan sampah regional melalui pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah.

“Kami berharap ke depan Pekalongan, Batang, maupun Pemalang dapat menjadi daerah yang semakin bersih dari persoalan sampah melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati juga membuka ruang dialog bersama mahasiswa KKN. Ia meminta berbagai hasil observasi dan pengalaman mahasiswa selama tinggal bersama masyarakat dijadikan masukan objektif bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Mahasiswa menyampaikan sejumlah rekomendasi, di antaranya penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan pekarangan dan sistem aquaponik, pentingnya edukasi pemilahan sampah sejak dari rumah, serta keberlanjutan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Menanggapi hal tersebut, Sukirman menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat membutuhkan kritik, saran, maupun kajian ilmiah dari civitas akademika sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih adaptif terhadap kondisi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia KKN Tematik PPM, Dr. Ubad Badrudin, S.P., M.P menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN di lima kecamatan tersebut tidak hanya berorientasi pada penyelesaian program kerja mahasiswa, tetapi juga diarahkan untuk membangun kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Rektor Universitas Pekalongan menambahkan bahwa berbagai inovasi mahasiswa yang lahir selama KKN selaras dengan komitmen Universitas Pekalongan dalam mewujudkan Green Campus melalui penguatan budaya pelestarian lingkungan, termasuk mendukung pencapaian indikator UI GreenMetric.

Melalui sinergi yang terus diperkuat antara Universitas Pekalongan dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, diharapkan berbagai inovasi hasil KKN dapat terus dikembangkan sebagai solusi nyata dalam pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat Kabupaten Pekalongan.