UNIKAL Gelar Stadium General: Perkuat Resiliensi Nasional Hadapi Risiko Geopolitik Global dan Krisis Energi

Universitas Pekalongan (UNIKAL) sukses menyelenggarakan Stadium General bertajuk “Mengelola Risiko Global: Peran Kebijakan Makro, Energi, dan UMKM dalam Krisis Internasional” pada Senin, 13 April 2026. Bertempat di Auditorium Gedung C Lantai 3, acara ini menghadirkan tokoh-tokoh strategis nasional untuk membedah tantangan ekonomi dan energi Indonesia di tengah eskalasi konflik internasional.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UNIKAL, Dr. Andi Kushermanto. Dalam pidato pembukaannya, Dr. Andi menekankan pentingnya respons kebijakan yang terintegrasi untuk menghadapi ketidakpastian global yang dipicu oleh konflik geopolitik di Timur Tengah. Beliau menyoroti tiga pilar utama dalam menjaga stabilitas: kebijakan makroekonomi yang adaptif, ketahanan energi melalui transformasi energi terbarukan, serta penguatan sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Hadir sebagai keynote speaker, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Ibu Bimala, memaparkan materi mengenai risiko pasar keuangan global akibat konflik geopolitik, khususnya ketegangan antara AS-Israel dan Iran. Beliau menjelaskan bahwa konflik ini memberikan tekanan melalui tiga jalur utama: finansial, harga komoditas, dan perdagangan.

“Eskalasi tensi geopolitik ini meningkatkan ketidakpastian pasar keuangan global, memicu kenaikan harga komoditas seperti minyak, emas, dan gas, serta mendisrupsi rantai pasok global,” ujar Bimala dalam paparannya. Beliau juga menambahkan bahwa Bank Indonesia terus berfokus pada penguatan Crisis Preparedness dan kebijakan makroprudensial yang bersifat pro-growth untuk memitigasi dampak tersebut terhadap stabilitas sistem keuangan domestik.

Narasumber utama, Dr. Muhammad Kholid Syeirazi, M.Si., Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2026-2030, memberikan perspektif mendalam mengenai ketahanan energi nasional. Dr. Kholid menjelaskan bahwa aspek ketahanan energi mencakup empat elemen krusial: Availability (ketersediaan), Accessibility (kemampuan mengakses), Affordability (keterjangkauan harga), dan Acceptability (penerimaan lingkungan).

Beliau mengungkapkan bahwa Indeks Ketahanan Energi (IKE) Indonesia pada tahun 2025 berada pada kategori “Tahan” dengan nilai sementara 7,13. Namun, tantangan besar masih membayangi, terutama ketergantungan pada impor minyak mentah dan LPG yang terus meningkat di tengah penurunan produksi domestik. “Pemerintah menargetkan Indeks Ketahanan Energi mencapai angka 8,36 atau kategori ‘Sangat Tahan’ pada tahun 2029 melalui percepatan infrastruktur energi dan peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT),” jelas Dr. Kholid

Jalannya Stadium General ini dipandu oleh M. Sigit Taruna sebagai moderator. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan kritis dari mahasiswa dan sivitas akademika mengenai tantangan yang dihadapi UMKM lokal, stabilitas ekonomi, serta strategi menghadapi dinamika global yang berpotensi memengaruhi ketahanan ekonomi dan pangan nasional.

Melalui kegiatan ini, UNIKAL berkomitmen untuk terus menjadi pusat kajian strategis yang mampu membekali mahasiswa dengan pola pikir kritis dan solutif dalam merespons dinamika global demi menjaga ketahanan ekonomi dan energi nasional.