LSP Universitas Pekalongan Siapkan 24 Calon Asesor Kompetensi untuk Perkuat Sistem Sertifikasi Profesi

Pekalongan, 27 Oktober 2025 — Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Pekalongan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan Pelatihan Asesor Kompetensi. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 27 hingga 31 Oktober 2025, ini diadakan di Ruang Adaro, Gedung F Lantai 7 Universitas Pekalongan dan diikuti oleh 24 dosen dari berbagai program studi dengan total 11 skema sertifikasi.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya LSP Unikal untuk menyiapkan asesor-asesor baru yang nantinya akan berperan penting dalam proses sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa maupun tenaga kerja. Menurut Ristiawati, S.KM., M.Kes. (Epid) selaku Kepala LSP Universitas Pekalongan, keberadaan asesor kompetensi menjadi tulang punggung dalam menjamin mutu pelaksanaan asesmen di lingkungan perguruan tinggi.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah menyiapkan dan menambah jumlah asesor kompetensi di Universitas Pekalongan. Dengan semakin banyak asesor yang tersertifikasi, kami berharap pelaksanaan asesmen dapat berjalan secara mandiri dan terstandar nasional,” jelas Ristiawati.
“Kami menargetkan LSP Unikal sudah dapat membuka proses asesmen mulai Mei 2026,” tambahnya.

Untuk memastikan kualitas pelatihan, LSP Unikal menghadirkan empat Master Asesor berpengalaman, yaitu Etik Sugiyarti dan Sunyoto sebagai Master Asesor Pengajar, serta Sanromo dan Arinto Nugroho sebagai Master Asesor Penguji. Keempatnya memberikan pendampingan intensif selama pelatihan berlangsung.

Selama empat hari pertama ,peserta mendapatkan pembekalan mendalam mengenai perencanaan aktivitas dan proses asesmen, pelaksanaan asesmen sesuai standar BNSP, hingga kontribusi asesor dalam proses validasi hasil asesmen. Peserta juga dilatih untuk memahami kode etik dan prinsip-prinsip objektivitas dalam menilai kompetensi asesi.

Pada hari terakhir, Jumat peserta mengikuti ujian asesor kompetensi yang melibatkan asesi dari berbagai skema. Ujian ini menjadi momen penting untuk mengukur sejauh mana calon asesor mampu menerapkan teori dan praktik asesmen secara nyata.

Ristiawati menambahkan bahwa pelatihan ini bukan hanya berfokus pada peningkatan kapasitas individu, tetapi juga memperkuat sistem sertifikasi profesi di lingkungan Universitas Pekalongan. Dengan adanya asesor internal yang tersertifikasi, universitas diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan kompetensi yang diakui secara nasional.

Selain meningkatkan kapasitas dosen, kegiatan ini juga diharapkan memberi dampak positif bagi mahasiswa. Dengan bertambahnya jumlah asesor, proses sertifikasi bagi mahasiswa akan lebih mudah diakses dan dapat dilakukan di lingkungan kampus sendiri. Hal ini menjadi langkah strategis dalam mendukung visi Universitas Pekalongan sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.

Pelatihan berjalan lancar dengan suasana aktif dan antusiasme tinggi dari para peserta. Mereka tidak hanya mendapatkan wawasan teknis, tetapi juga pengalaman berharga melalui simulasi asesmen dan studi kasus yang dikemas interaktif.

Melalui kegiatan ini, LSP Universitas Pekalongan menegaskan perannya sebagai lembaga yang berorientasi pada peningkatan kompetensi dan profesionalitas sumber daya manusia. Ke depan, LSP Unikal berkomitmen untuk terus memperluas skema sertifikasi serta memperkuat kemitraan dengan dunia industri agar lulusan Universitas Pekalongan semakin siap menghadapi tantangan dunia kerja.