Pekalongan, 17 September 2025 – Universitas Pekalongan (Unikal) kembali menorehkan kiprah internasional dengan sukses menyelenggarakan International Student Community Engagement (ISCE) 2025, sebuah program kolaboratif yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk terjun langsung dalam aktivitas pengabdian masyarakat lintas budaya. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian Global SDGs Essay and Student Engagement Summit 2025 sekaligus memperingati Dies Natalis Unikal ke-44.
ISCE 2025 dirancang sebagai wadah pembelajaran nyata di luar kelas, di mana mahasiswa terlibat langsung dengan masyarakat lokal. Fokus utama kegiatan mencakup pengelolaan lingkungan, penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi desa, adaptasi perubahan iklim, hingga pengenalan budaya lintas negara.
Tahun ini, ISCE 2025 melibatkan mahasiswa asing dari Jepang, Prancis, Brunei Darussalam, dan Timor Leste, serta mahasiswa dari kampus-kampus mitra di Pekalongan seperti Universitas Abdurahman Wahid, Institut Teknologi Sains Nahdlatul Ulama, dan Akademi Analisis Kesehatan Pekalongan. Kehadiran peserta dengan latar belakang yang beragam menciptakan suasana pertukaran ilmu, nilai, dan pengalaman yang kaya, sekaligus menumbuhkan semangat solidaritas global.
Berbagai program nyata dilaksanakan langsung di tengah masyarakat. Mahasiswa Jepang dan Prancis berkolaborasi dengan mahasiswa Indonesia dalam edukasi lingkungan melalui penanaman bibit pohon sengon (Albizia chinensis) dan penebaran benih ikan di sungai sebagai langkah menjaga kelestarian ekosistem.

Di sisi lain, mahasiswa asal Timor Leste bersama Brunei Darussalam aktif mendukung penguatan ekonomi kreatif berbasis desa dengan memperkenalkan teknologi budidaya hidroponik sebagai alternatif ketahanan pangan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi warga, tetapi juga menanamkan keterampilan praktis bagi mahasiswa dalam mengelola proyek pemberdayaan masyarakat.
Selain praktik lapangan, ISCE 2025 menghadirkan cultural exchange sessions yang mempertemukan mahasiswa untuk saling mengenalkan budaya, bahasa, seni, dan tradisi masing-masing negara. Pertukaran budaya ini menjadi ruang pembelajaran bahwa perbedaan tidak menjadi sekat, melainkan jembatan untuk mempererat persaudaraan.
Diskusi interaktif mengenai isu-isu global seperti adaptasi perubahan iklim, keberlanjutan, hingga tantangan sosial-ekonomi memperkaya pemahaman para peserta. Momen ini memperkuat pandangan bahwa mahasiswa bukan hanya agen perubahan lokal, tetapi juga bagian dari komunitas global yang peduli terhadap masa depan bumi.
Menurut panitia, kegiatan ISCE 2025 dirancang sebagai laboratorium sosial tempat mahasiswa belajar kepemimpinan, empati, dan kolaborasi internasional. “Pengalaman ini membekali mahasiswa dengan keterampilan menghadapi tantangan global sekaligus menguatkan jejaring akademik lintas negara. Kami ingin menanamkan nilai bahwa perbedaan budaya adalah kekuatan, bukan penghalang,” ujar Heri Ariadi
Lebih dari sekadar kegiatan pengabdian, ISCE 2025 menjadi momentum merayakan keberagaman, membangun solidaritas global, serta meneguhkan komitmen bersama untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Dengan semangat inovasi dan kerja sama internasional, Unikal berharap ISCE 2025 dapat menjadi inspirasi bagi perluasan jejaring pengabdian masyarakat global di masa mendatang.
