Menjalin Sinergi Akademik, FEB Unikal Terima Kunjungan Benchmarking dari Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto

Pekalongan, 13 Juni 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pekalongan (FEB Unikal) menerima kunjungan benchmarking dari tim Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto (FEB Unwiku) pada Jumat, 13 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung dipimpin langsung oleh Dekan FEB Unikal, Prof. Dr. Mahirun, S.E., M.Si.

Kunjungan ini merupakan bagian dari langkah strategis FEB Unwiku dalam merancang dan mempersiapkan pendirian Program Studi Magister Manajemen di institusi mereka. Dengan menggandeng FEB Unikal sebagai mitra berbagi pengalaman, tim dari Unwiku berharap memperoleh pemahaman mendalam mengenai penyusunan kurikulum, strategi akreditasi, penguatan sumber daya manusia, serta berbagai praktik baik yang telah dijalankan Unikal. Tak hanya bertukar informasi teknis, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang penjajakan kerja sama antar lembaga, termasuk dalam bentuk MoA serta peluang kolaborasi dalam kegiatan akademik seperti seminar dan konferensi.

Dalam sambutannya, Prof. Mahirun menegaskan pentingnya membangun ekosistem pendidikan tinggi yang saling mendukung. “Benchmarking seperti ini tidak hanya menjadi sarana berbagi pengalaman, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan tinggi yang semakin kompleks. Kami terbuka untuk bekerja sama dan saling mendukung,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa FEB Unikal saat ini tengah menyiapkan penyelenggaraan FEBIC 2 pada bulan Juli 2025 dan membuka peluang bagi Unwiku untuk turut serta sebagai co-host dalam kegiatan ilmiah tersebut.

Sementara itu, Kaprodi MM Unikal memaparkan berbagai aspek penting dalam pengelolaan program magister, termasuk keberhasilan mereka meluluskan 39 mahasiswa, dengan rasio dosen dan mahasiswa yang ideal yaitu 1:8. Dosen pengajar terdiri dari 2 guru besar dan 6 lektor kepala, yang masing-masing memiliki keahlian sesuai dengan empat konsentrasi utama yang ditawarkan, yakni Marketing, Financial, Public Leadership, dan Creative Entrepreneur. Keempat konsentrasi ini mulai difokuskan sejak semester dua, dengan pelaksanaan tesis di semester empat sebagai penutup studi. Menariknya, mahasiswa tidak hanya dibekali dengan teori, tetapi juga diwajibkan menghasilkan artikel ilmiah untuk jurnal nasional terakreditasi SINTA sebagai bagian dari output pembelajaran.

FEB Unikal juga memperkenalkan program matrikulasi atau pra-pasca selama satu bulan sebelum perkuliahan dimulai. Program ini dirancang untuk menyamakan persepsi dan kesiapan akademik mahasiswa baru dari berbagai latar belakang. Selain itu, dalam setiap mata kuliah, mahasiswa akan mendapat dua kali sesi bersama praktisi atau pakar yang relevan, guna memperkuat integrasi antara teori dan praktik. Para praktisi yang dihadirkan berasal dari kalangan profesional, institusi pemerintah, maupun akademisi yang berpengalaman di bidangnya.

Dialog interaktif antara kedua belah pihak mencakup berbagai topik strategis, mulai dari teknis penyusunan kurikulum berbasis Permendikbud No. 20, pemetaan capaian pembelajaran lulusan (CPL), strategi penentuan mata kuliah unggulan berbasis kekuatan dosen, hingga tantangan dalam mengelola program pascasarjana di tengah persaingan antar perguruan tinggi. Salah satu hal yang disoroti adalah pendekatan FEB Unikal dalam mempertahankan eksistensi program MM melalui pemberian beasiswa, promosi ke instansi-instansi strategis, serta kehadiran aktif dalam berbagai forum akademik dan kelembagaan.

Pertemuan ditutup dengan dokumentasi bersama dan kesepakatan awal untuk memperluas kerja sama di bidang akademik dan kelembagaan. Kegiatan benchmarking ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang tukar pengetahuan, tetapi juga menjadi langkah awal membangun sinergi jangka panjang antar fakultas, dalam semangat peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. FEB Unikal dan FEB Unwiku pun sepakat untuk terus membuka ruang diskusi dan kolaborasi yang lebih intens di masa mendatang.