Diresmikan Menteri PU, Rusunawa Unikal Ditempati 12 Mahasiswa Asing

Monday, February 01 st, 2016
Foto diambil dari website Radio BSP

Foto dari kiri : Ketua YAYASAN SAMARTHYA MAHOTSAHA PARAMADHARMA Mohamad Rizal, Rektor Universitas Pekalongan Suryani, Menteri PUPR, Basoeki Hadimoeljono, saat meresmikan Rusunawa Unikal, Rabu (27/1).

 

KOTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR), Basoeki Hadimoeljono, melakukan soft launching rusunawa untuk mahasiswa Unikal, Rabu (27/1).

Rusunawa yang dibangun dengan anggaran dari Kementrian PUPR tersebut, akan ditempati mahasiswa yang berasal dari luar Kota Pekalongan. Sementara ini, sudah terdaftar 12 mahasiswa asing yang akan menempati kamar di rusunawa tersebut.

Rektor Unikal, Suryani mengatakan, ada 12 mahasiswa asing dari Brunei Darussalam yang akan menjadi prioritas untuk menempati rusunawa. Mereka merupakan mahasiswa pertukaran pelajar. Selain itu, juga tercatat satu mahasiswa asal Jepang yang juga akan ditempatkan disana. “Kami sudah siapkan penghuninya. Diantaranya 12 mahasiswa asing dari Brunei, dan satu dari Jepang,” tutur Suryani dalam sambutannya.

Namun tak hanya untuk mahasiswa asing, dikatakan Suryani, rusunawa tersebut juga dikhususkan bagi mahasiswa yang berasal dari daerah yang jauh, baik dari daerah sekitar seperti Batang dan Kabupaten Pekalongan, juga dari luar Jawa seperti dari Lampung, NTT hingga Bengkulu. “Ini merupakan impian lama kami. Unikal bisa mendirikan asrama, rusunawa. Adanya rusunawa ini bisa menekan biaya kuliah bagi mereka yang tempat tinggalnya jauh,” tambah dia.

Sementara terkait sistem yang diterapkan, dia menjelaskan bahwa rusunawa akan diprioritaskan untuk mahasiswa baru. Namun untuk saat ini akan ditawarkan bagi mahasiswa semester II. Mahasiswa hanya diberi kesempatan menempati rusunawa maksimal selama satu tahun. Setelah melampaui satu tahun, mahasiswa tersebut harus keluar dan diganti mahasiswa baru.

Terkait tarif sewa yang akan diterapkan, sementara ini dikatakan Suryani per kamar akan disewakan dengan kisaran tarif Rp700 ribu. Per kamar akan diisi oleh dua mahasiswa. Sehingga per mahasiswa akan mengeluarkan biaya sebesar Rp350 ribu. Total, ada 50 kamar yang terbagi di empat lantai gedung rusunawa. “Mengenai tarif masih akan dibicarakan kembali,” kata dia.

Dari pantauan usai peresmian, kamar rusunawa terpantau cukup luas dengan fasilitas satu tempat tidur bertingkat, satu almari, meja dan juga kamar mandi dalam.

Sementara itu, Menteri PUPR, Basoeki Hadimoeljono yang ditemui usai peremian mengatakan, pihaknya memang memberikan bantuan ke banyak perguruan tinggi untuk mendirikan asrama dalam bentuk rusunawa. “Kami bantu di Sumatera Utara, di Sumbawa, di Aceh juga. Tidak hanya negeri tapi swasta, serta pondok pesantren juga kami bantu,” beber dia.

Bantuan rusunawa itu, kata dia, diberikan secara komplit. Tidak hanya bangunan, tetapi berikut mebel, air dan jaringan listrik. Sehingga rusunawa tersebut, sudah bisa langsung digunakan atau ditempati mahasiswa. “Sudah komplit ini ada mebelnya, jadi bantuan ini tidak tanggung-tanggung hanya gedungnya saja. Mebelnya juga murah, harganya untuk satu kamar Rp 10 juta,” jelas Basoeki.

Dia menilai, rusunawa itu bermanfaat untuk mengakrabkan antar mahasiswa dari latar belakang suku yang berbeda. “Asrama ini membuat yang tinggal jadi heterogen, semua budaya berkumpul jadi nasionalismenya semakin kuat,” kata dia.

Menteri PU tersebut juga menceritakan, anaknya yang saat ini duduk di bangku kuliah juga tinggal di asrama.

Sebelumnya, saat memberikan sambutan, Basoeki juga berpesan kepada kontraktor yang menggarap rusunawa tersebut agar membereskan lingkungan sekitar rusunawa yang terlihat belum tuntas. Dia mengaku ingin kampus mempunyai atmosfer seperti di komplek militer. “Mohon untuk nanti bisa dibereskan agar lingkungannya baik. Karena ini lingkungan pendidikan,” pesan dia.

Dalam peresmian, juga hadir sejumlah jajaran pejabat dari Kementrian PUPR seperti Dirjen Perumahan, Dirjen Bina Marga, juga pejabat dari Pemkot Pekalongan yang diwakili Pj Sekda, Bupati Pekalongan, Amat Antono, Walikota Terpilih HA Alf Arslan Djunaid dan jajaran pengurus Yayasan Samarthya Mahotsaha Paramadharma.(nul)

Sumber : Radar Pekalongan

We usually reply with 24 hours except for weekends. All emails are kept confidential and we do not spam in any ways.

Thank you for contacting us :)

Enter a Name

Enter a valid Email

Message cannot be empty